Anak anda suka menangis karena alasan yang tidak jelas?  Misalnya, teman anda berkunjung bersama anaknya yang sebaya dengan anak anda. Anak-anak itu asyik bermain hingga tiba waktunya teman anda pulang. Ketika mereka sudah pergi, anak anda menangis dan sulit dibujuk. Makin dibujuk, makin keras tangisnya. Anak cengeng atau anak yang suka menangis karena sebab-sebab yang sulit dipahami sering membuat orang tua frustrasi, bahkan sering menyebabkan kejadian memalukan di depan umum.
 
Bagaimana mengatasi anak cengeng? Mengancam, memarahi atau menghukum anak jelas bukan solusinya. Anak cengeng biasanya terjadi karena anak tidak dapat mengendalikan emosinya. Mengajarkan anak memahami dan mengatasi emosi akan sangat membantu. Berikut adalah beberapa tips ampuh mengatasi anak cengeng yang bisa menjadi solusi bagi Ayahbunda di rumah.

1. Jangan melabeli "Anak cengeng"

Jangan melabeli anak sebagai "Anak cengeng". Dalam beberapa kasus seperti ini, orangtua melepaskan emosinya dengan berkata "Dasar anak cengeng!" atau "Cengeng banget sih kamu!" Tidak jarang peristiwa itu terjadi di depan umum dan menjadi tontonan orang banyak. Jika hal demikian terjadi, selain akan mempermalukan si anak, kedepannya akan terpatri di otaknya masuk ke alam bawah sadar kalau dia anak cengeng, kemudian ia cenderung malas mengubah perilakunya.

2.Perhatikan dan catat polanya

Apa yang terjadi sebelum anak menangis? Emosi apa yang dirasakan anak pada saat itu? Bagaimana reaksi anak pada kejadian itu? Bila Anda dapat mengenali polanya, Anda akan lebih mudah mencari solusi yang tepat.

3. Abaikan tangisan anak

Apabila anak menangis dan menggunakan tangisannya sebagai senjata, sebaiknya abaikan saja. Jika kita mendekatinya dan menuruti kemauannya, maka hal tersebut akan berulang. Anak akan menganggap menangis merupakan cara agar keinginannya dituruti. Menurut sebuah paradigma teori stimulus respon, sebuah perilaku yang tidak memperoleh penguatan, maka lama-kelamaan akan mengalami pengehentian. Jika tangisan sudah berhenti, mulailah Ayahbunda memberikan nasihat, bisa melalu cerita tentunya dengan penjelasan yang relevan.

4. Ajak anak bicara

Tentunya bukan diskusi panjang lebar seraya menginterogasi anak menanyakan mengapa ia menangis, cukup denga kata-kata ringan yang mudah dimengerti anak. "Coba bicara baik-baik sama ayah, kakak mau apa? Tidak perlu menangis." atau "Kalau adik nangis, bunda gak tau apa maunya adik. Coba bicara baik-baik." Dengan cara ini anak akan belajar bagaimana mengungkapkan keinginannya dengan cara yang baik.

5. Ajarkan anak menahan emosi

Salah satu penyebab anak menangis adalah ada keinginannya tidak terpenuhi, misalnya ia ingin membeli mainan tapi anda tidak mengizinkan. Ajarkan anak untuk dapat menunda keinginan dan menahan emosinya. Ayahbunda bisa mengatakan ini, "Bunda belum bisa membelikan itu sekarang karena belum punya uang, nanti klo buunda udah punya uang, bunda belikan." Syarat: Orangtua harus konsisten, tetap tidak membelikan biarpun anak menangis. Tiba saatnya sudah punya uang, janji harus ditepati. Jika tidak ditepati maka anak tidak akan percaya lagi kepada orangtuanya.

6. Jangan terlalu manjakan anak

Wajar sekali jika orangtua memenuhi apa yang diinginkan anaknya. Namun, hindari memanjakan anak secara berlebihan dan selalu menuruti segala keinginannya dengan mudah. Terlalu memanjakan anak akan membuat anak merasa semua keinginannya harus dipenuhi dengan cepat dan instan, jika tidak dipenuhi maka ia akan marah, merengek, dan menangis. Jika orang tua tidak konsisten, anak akan tau satu cara, yaitu menangis agar keinginannya terpenuhi.

7. Berikan anak pujian

Pujian yang tepat sangat efektif bagi proses mengubah perilaku anak. Berikan pujian ketika anak sudah dapat mengendalikan emosinya dan menghadapi masalahnya cara-cara yang lebih baik.
 
Demikian beberapa tips mengatasi anak cengeng yang bisa diterapkan sehari-hari, semoga bermanfaat. Jika Ayahbunda punya pengalaman pribadi tentang mengatasi anak cengeng, boleh dibagikan disini agar kita dapat belajar bersama-sama.
 
Sumber : http://www.asuhanak.com/2014/12/7-tips-mengatasi-anak-cengeng.html